• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Berita Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Semua Komputer Filsafat Agama Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Sastra Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Indonesia Akhirnya Revitalisasi Kilang Setelah 32 Tahun


ILUSTRASI. RDMP Balikpapan (pertamina/RDMP Balikpapan)

Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - BALIKPAPAN. Setelah 32 tahun, di tahun 2026, Indonesia akhirnya memiliki Refinery Development Master Plan (RDMP) atau proyek revitalisasi kilang yang berasal dari kilang milik PT Pertamina di Balikpapan atau Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur.

Dalam catatan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Indonesia terakhir meresmikan RDMP Kilang Balongan, yang terletak di Indramayu, Jawa Barat pada tahun 1994.

“Sejak 32 tahun lalu terakhir kita meresmikan RDMP. Tepatnya pada tahun 94 di Jawa Barat, Balongan,” ujar Bahlil kepada awak media di agenda peresmian RDMP Balikpapan, Senin (12/01/2026).

Adapun, khusus untuk RDMP Balikpapan, Bahlil menyebut proyek ini adalah proyek revitalisasi kilang terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

“Ini adalah RDMP (revitalisasi) terbesar dalam sepanjang sejarah kita yang dibangun di Indonesia. Ini terbesar,” tambah dia.

Untuk diketahui, proyek dengan total investasi senilai US$ 74 miliar atau setara Rp123 triliun itu bertujuan untuk memodernisasi kilang yang sudah ada, sehingga akan dapat meningkatkan kapasitas pengolahan minyak, menghasilkan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang lebih berkualitas dan ramah lingkungan, serta memproduksi produk untuk kebutuhan industri petrokimia.

“RDMP mempunyai makna tersendiri dalam konteks kedaulatan energi,” ujar dia.

Usai revitalisasi, kilang Balikpapan kini mampu meningkatkan produksi dari 260.000 barel minyak mentah per hari, menjadi 360.000 barel minyak mentah per hari, menjadikannya kilang dengan kapasitas terbesar di Indonesia.

Proyek RDMP Balikpapan juga mencakup pembangunan dua unit tangki penyimpanan minyak mentah baru di kawasan Lawe-Lawe, masing-masing berkapasitas 1 juta barel, serta keberhasilan pengoperasian unit pemurnian LPG dengan kapasitas produksi mencapai 43 ribu ton per tahun.

"Hari ini akan dilakukan pengoperasian awal Unit RFCC Complex. Untuk memohon kelancaran proses tersebut, kami melaksanakan kegiatan doa bersama agar tahapan-tahapan yang akan dilalui bisa berjalan aman dan lancar," kata Pjs Corporate Secretary KPI Milla Suciyani dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (5/1/2026).

Milla menambahkan, Proyek RDMP Balikpapan akan menghasilkan tambahan produksi gasoline, diesel, avtur, dan LPG yang seluruhnya memenuhi standar emisi setara Euro V.

"Proyek RDMP akan menghasilkan tambahan kapasitas produksi mencapai 336 ribu ton LPG per tahun, menjadikan kilang Balikpapan sebagai penggerak utama program transisi energi bersih di Indonesia," tambah Milla.

Adapun, terlaksananya proyek RDMP tidak lepas dari dukungan pemerintah, melalui penetapannya sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), dalam mendukung swasembada energi nasional, memperkuat hilirisasi industri.

Secara ekonomi, RDMP Balikpapan akan memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian energi nasional, dengan penghematan impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun dan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai Rp 514 triliun.

Proyek ini juga memiliki TKDN lebih dari 35%, serta telah menyerap lebih dari 24.000 tenaga kerja pada masa puncak konstruksi.

"Selain memperkuat struktur ekonomi nasional, proyek ini membawa dampak sosial positif melalui pembangunan infrastruktur lokal, pemberdayaan masyarakat, serta program CSR di bidang pendidikan, kesehatan, dan lingkungan," tutup Milla.

#industri #kilang

Sumber: https://industri.kontan.co.id/news/indonesia-akhirnya-revitalisasi-kilang-setelah-32-tahun

PERPUSTAKAAAN SMK-SMTI MAKASSAR
PERPUSTAKAAAN SMK-SMTI MAKASSAR
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Statistik Pengunjung

Hari ini 18
Online: 18 Onsite: 0
Bulan ini 529
Online: 500 Onsite: 29
Total 17.070
Online: 1.527 Onsite: 15.543

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar