• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Berita Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Semua Komputer Filsafat Agama Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Sastra Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}

Industri Kosmetik Nasional Diramal Tumbuh Sampai Rp 158 Triliun


ILUSTRASI. Pengunjung mencoba produk kecantikan di pameran produk kecantikan di Jakarta, Minggu (9/6). KONTAN/Carolus Agus Waluyo/09/06/2024. Industri kosmetik dan perawatan pribadi (beauty and personal care) di Indonesia masih menyimpan potensi besar untuk tumbuh

 

Reporter: Lydia Tesaloni | Editor: Tri Sulistiowati

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Industri kosmetik dan perawatan pribadi (beauty and personal care) di Indonesia masih menyimpan potensi besar untuk tumbuh. Tahun ini, pasar kosmetik Tanah Air diperkirakan bernilai Rp 158 triliun, naik dari Rp 146 triliun pada tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan Ketua Persatuan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi) Sancoyo Antarikso. Ia juga bilang, sebagai pendorong utama pertumbuhan industri, sejumlah merek produk kecantikan Indonesia telah berhasil menembus pasar regional Asia Tenggara dan menjadi pemain penting di negara tetangga. “Kualitas produk, inovasi, dan kreativitas merek Indonesia sudah sangat baik, mampu bersaing dengan merek negara lain. Bahkan, ada konsumen mancanegara yang rela datang ke Jakarta untuk membeli produk kita,” ungkap Sancoyo kepada Kontan, Rabu (27/8/2025). Pun, peluang domestik masih terbuka lebar. Dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia dan didominasi usia muda, Sancoyo bilang konsumsi per kapita kosmetik Indonesia relatif masih lebih rendah dibandingkan negara tetangga maupun negara maju. Seiring kenaikan kesejahteraan dan akses informasi, konsumsi produk kecantikan bakal terus meningkat. Selain itu, tumbuhnya model bisnis maklon kosmetik ikut mendorong perusahaan besar maupun UMKM untuk menghadirkan produk baru. “Pasar kita cukup besar untuk dikembangkan oleh semua pelaku, baik perusahaan besar maupun UMKM. Keduanya saling melengkapi, menyediakan produk sesuai segmennya masing-masing,” katanya. Meski demikian, Sancoyo mengingatkan pentingnya menjaga kualitas dan keamanan produk. “Tantangannya adalah bagaimana industri terus menghadirkan produk yang aman, bermutu, dan inovatif tanpa terjebak pada janji berlebihan. Edukasi kepada konsumen juga harus berlanjut, agar mereka semakin memahami pentingnya kosmetik yang aman,” jelasnya. Ia juga menekankan peran pemerintah untuk mendukung ekspansi merek lokal, baik di dalam negeri maupun ke pasar global. Dukungan regulasi, promosi, dan fasilitasi diharapkan mempercepat realisasi potensi besar industri ini. Sebagai asosiasi yang menaungi lebih dari 700 perusahaan, Perkosmi berkomitmen menjadi katalis pertumbuhan industri melalui pelatihan, advokasi regulasi, pembinaan UMKM, hingga transformasi digital. Asal tahu saja, komitmen salah satunya itu dimanifestasikan dalam penyelenggaraan Indonesia Cosmetic Ingredients (ICI) Expo & Seminar. Tahun ini, ICI ke-14 di Jakarta mencatat rekor partisipasi, sementara ICI ke-15 akan digelar di Surabaya pada 1–2 Oktober 2025. “Dengan menggunakan produk buatan Indonesia, kita tidak hanya merawat diri, tapi juga merawat bangsa. Kosmetika Nusantara adalah kosmetika bercahaya, kaya cinta,” pungkas Sancoyo. 

 

#Industri   #kosmetik

 

Sumber: https://industri.kontan.co.id/news/industri-kosmetik-nasional-diramal-tumbuh-sampai-rp-158-triliun

PERPUSTAKAAAN SMK-SMTI MAKASSAR
PERPUSTAKAAAN SMK-SMTI MAKASSAR
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Statistik Pengunjung

Hari ini 130
Online: 130 Onsite: 0
Bulan ini 641
Online: 612 Onsite: 29
Total 17.182
Online: 1.639 Onsite: 15.543

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar